Mengenal Resiko Benda Jatuh (DROPS)

Image result for Resiko Benda Jatuh (DROPS)Resiko benda jatuh, baik besar maupun kecil, sudah jadi konsentrasi beberapa profesional Keselamatan Kesehatan Kerja karena telah banyak menelan korban. Sebuah benda kecil mungkin jadi permasalahan untuk keselamatan kerja apabila benda tersebut di jatuhkan dari ketinggian dan tentang pekerja di bawahnya. Menurut data dari RoSPA, kecelakaan karena benda jatuh adalah 10 penyebabnya dari kematian dan luka kronis pada Industri Minyak dan Gas dan jadi kecelakaan nomor 3 paling besar penyebabnya kematian di rumah dan tempat rekreasi. 

 

Sebagai contoh, baut dengan berat “hanya” 220 gr dengan dimensi 0. 75×3. 5 inchi ini berikut ini dapat membuahkan energi 65 joules apabila dijatuhkan dari atas. Sesaat batas toleransi untuk munculnya luka yakni 40 joules, itu bermakna benda sekecil ini dapat jadi sumber bahaya apabila dijatuhkan dari atas. 

 

Benda yang awalannya statis lalu jatuh dari ketinggian tertentu di kenal dengan arti drops. Tingkat kemungkinan dari drops sangat tergantung pada beratnya benda dan ketinggian benda jatuh. Untuk mengerti besaran resikonya, simak kalkulator kemungkinan drops berikut : 

 

Drops Calculator 

 

Dalam kalkulator kemungkinan di atas, terlihat terang bila makin berat benda maka makin berisiko untuk keselamatan kerja begitupula makin tinggi benda jatuh maka makin tinggi juga resikonya. 

 

Type Drops ada 2 yakni : 

  1. Benda drop statis, yakni sebuah benda solid yang lepas dan jatuh dari posisinya dengan beratnya. Sebagai contoh, sebuah mur yang jatuh dari derik Rig atau jatuhnya kabel tray karena korosi.
  2. Benda drop dinamis, yakni sebuah benda solid yang lepas dari ikatan karena ada style luar dari benda lain yang bergerak. Contoh benda drop dinamik yakni garpu forklift yang menjatuhkan palet dari rack. 

Untuk menghindar drop, 2 bagian ingindalian harus dilakukan : 

 

Cara pengamanan primer 

 

Yakni cara untuk mengamankan atau mengaitkan perlengkapan ke susunan. Misalnya : mur, baut, klem, las, skrup, pengurung, dan sebagainya) 

 

Cara retensi sekunder 

 

Description of the method providing secondary securing the equipment to the structure (ie wire slings, encasement, lock nuts, lock washers, tab washers, lock wire, split pins, roll pins, spring clips, clamps, safety chains etc). 

 

Yakni cara yang sediakan pengaman kedua susunan (contoh : kawat, sling, pembungkus, kunci mur, cincin pengunci, kawat pengunci, split pin, roll pin, spring pin, rantai safety, sepatu safety dan sebagainya). Drops juga tidak cuma mengulas berkaitan dengan pengaman perlengkapan dari kemungkinan jatuh, tetapi juga mengulas berkaitan dengan bagaimana mengangkat barang yang aman.

Write a comment

Comments: 10