Tips Safety Maping Aman dan Benar

Standard prosedur, peraturan, persyaratan pelatihan, siapa yang bertanggungjawab, dan praktik kerja yang aman berikut ini adalah utamanya disusun untuk kebutuhan mapping atau pemetaan geologi di hutan. Setiap personel yang ditugaskan untuk melakukan mapping pada situasi seperti diatas harus waspada pada potensi bahaya yang mungkin terjadi pada situasi/kondisi itu. Adalah tanggung jawab bersama antara supervisor dan karyawan pelaksana di lapangan untuk mengidentifikasi training/pelatihan yang diperlukan dan memastikan semua yang akan melaksanakan mapping sudah ikuti training/pelatihan yang diperlukan tersebut . 

 

Prosedur dan Ketentuan Safety Mapping

 

Beberapa hal yang dimaksud di bawah ini adalah biasanya kebijaksanaan oleh sebuah perusahaan eksplorasi dan tambang, dan pada beberapa hal, itu adalah hukum yang berlaku. Semua karyawan yang akan melakukan mapping sebaiknya ikuti kriteria berikut ini : 

 

1. Memberitahukan/di ketahui/diizinkan oleh atasan atau sedikitnya di ketahui oleh rekan kerja tentang Kemana rencana mapping akan dilakukan, Bagaimana rencana rute yang akan ditempuh, dan Kapan perkiraan waktu akan kembali dari mapping. 

2. Tidak melakukan mapping seorang diri. Kecuali diyakinkan bahwa jika berpencar, dilakukan pada jarak yang tidak jauh, dan selalu saling berhubungan dengan radio komunikasi 2 arah. 

3. Membawa dan memakai semua alat pelindung diri yang disyaratkan untuk keperluan mapping. 

4. Tidak boleh merokok ketika berada di sekitar semak/hutan yang mudah/rawan terbakar. Ini bukan hanya tindakan tidak aman, namun juga merupakan tindakan ilegal menurut ketentuan perlindungan hutan terhadap bahaya kebakaran. 

 

Melakukan Training Safety Mapping

 

Pelatihan P3K adalah kewajiban. Semua karyawan yang bekerja di lapangan disyaratkan untuk penuhi standard minimal P3K. Kwalifikasi P3K harus diperbarui setiap 3 tahun. Tingkat minimal pelatihan P3K bervariasi untuk setiap kondisi dan yursidiksi operasional. Seorang supervisor sebaiknya meyakinkan kalau semua karyawan yang bekerja dibagian yang dibawahinya sudah peroleh pelatihan P3K dengan persyaratan paling minimal yang ditetapkan. Disini tempat jual sepatu safety di jakarta timur

 

Tanggung Jawab Supervisor dan Karyawan 

- Ketika menetapkan/menugaskan karyawan untuk melakukan mapping di hutan, seorang supervisor harus meyakinkan kalau : 

- Karyawan itu mampu/kompeten untuk melakukan mapping. 

- Karyawan itu sudah memiliki kwalifikasi P3K yang terbaru dan sudah penuhi kriteria minimal yang diperlukan mengenai P3K. 

- Peralatan dan bahan P3K dan survival kit disiapkan. 

- Peralatan safety yang diperlukan disiapkan dan dipastikan untuk dipakai. 

- Semua instruksi pada karyawan di pastikan dapat dilakukan dengan aman. 

- Yakinkan karyawan untuk waspada dan mengerti potensi bahaya yang mungkin saja terjadi. 

- Lokasi, rute mapping, perkiraan waktu kembali/pulang di ketahui oleh atasan, dan info dan peta tentang hal ini disimpan dibasecamp/kantor. 

- Mapping tidak akan memakan waktu terlalu lama yang dapat menyebabkan kelelahan pada karyawan. 

- Mapping seorang diri tidak diijinkan, kecuali pada kondisi tertentu. Misalnya mapping dilakukan dalam jarak yang dekat, dan semua karyawan harus tetap aktifkan radio komunikasi agar dapat saling berhubungan.

 

Ketika melakukan mapping di lapangan, karyawan sebaiknya memastikan kalau : 

- Pakaian dan peralatan yang dipakai sesuai dengan kondisi lapangan dan cuaca yang mungkin terjadi. 

- Pelatihan P3K yang pernah diperoleh sudah memenuhi standard minimal yang dibutuhkan 

- Alat/bahan P3K dan survival kit dibawa. 

- Peralatan safety lain yang juga dibutuhkan, dibawa dan dipakai dengan benar. 

- Membawa kompas, jam tangan dan peta daerah yang akan dimapping. 

- Lokasi, rute mapping, perkiraan waktu kembali/pulang di ketahui oleh atasan, dan info dan peta tentang hal ini disimpan dibasecamp. 

- Rute mapping dan perkiraan waktu kembali/pulang di ketahui. 

- Bersikap hati-hati untuk keselamatan diri dan rekan satu tim. 

- Hindari bersikap lalai dan bertindak ceroboh. 

- Tidak berpencar dengan rekan satu tim, kecuali pada jarak yang dekat dan selalu berhubungan dengan radio komunikasi dua arah.

 

Potensi Bahaya dan Pencegahannya

 

Potensi bahaya yang paling mungkin ketika melakukan mapping yaitu : 

- Tersesat atau hilang. 

- Terjatuh, Tergelincir, Terpeleset, Cedera Anggota Tubuh karena Memakai Peralatan secara Tidak Aman. 

- Serangan Hyperthermia. 

- Kelelahan. 

- Kilat/Petir. 

- Bahaya binatang liar (ular, babi hutan, anoa, monyet). 

- Serangga berbahaya (lebah, tawon penyegat, nyamuk, kutu). 

- Kondisi air buruk. 

Write a comment

Comments: 0