HSE Management System

Related image

 

– OHSAS 18001 : 2007 

 

Sebuah sistem manajemen untuk kesehatan dan keselamatan kerja. System OHSAS 18001 sangat mungkin suatu perusahaan membuat lingkungan kerja yang aman dan sehat dengan sediakan kerangka kerja dalam mengidentifikasi pada resiko kesehatan dan keselamatan kerja, kurangi potensi kecelakaan, kepatuhan regulasi, dan tingkatkan kemampuan keseluruhannya. 

 

Langkah awal apa yang dapat dilakukan sebelumnya mengaplikasikan system OHSAS 18001? Langkah awal yang dapat dilakukan sebelumnya mengaplikasikan system OHSAS 18001 yaitu menganalisa dan Indentifikasi pada tingkat kecukupan pada system dan sarana kesehatan dan keselamatan kerja di perusahaan yang mencakup pelajari sistem di organisasi, kontrol pada prosedur yang ada, analisis tingkat kecelakaan kerja pada masa lalu dan ketentuan atau perundang-undangan yang berlaku. 

 

Aplikasi system OHSAS 18001 akan menolong organisasi kamu dalam bangun system manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang baik. 

 

Dengan mengaplikasikan system manajemen Kesehatan dan keselamatan dalam organisasi Kamu akan membuahkan beberapa manfaat untuk organisasi Kamu sendiri. Manfaat ini mencakup : 

 

1. Adalanya jaminan Perlindungan pada kesehatan dan keselamatan kerja karyawan 

2. Kemungkinan kecelakaan kerja dapat di antisipasi 

3. Lingkungan kerja yang lebih baik untuk karyawan 

4. Kurangi kemungkinan, biaya dan tuntutan hukum 

5. Menghimpit biaya operasional dan biaya kecelakaan kerja 

6. Keyakinan dan kenikmatan pelanggan 

7. Tingkatkan citra dan image perusahaan yang lebih baik 

 

– ISO 9001 : 2008 

 

Di masa globalisasi saat ini, tuntutan pasar makin bertambah dan tingkat persaingan makin ketat. Perusahaan dituntut untuk beroperasi lebih efisien dan efektif untuk membuahkan product berkualitas tinggi dengan cara berkelanjutan. Perusahaan yang dapat penuhi tuntutan-tuntutan ini akan bertahan hidup dan memenangkan persaingan global. Salah satu cara untuk jadi perusahaan yang kompetitif yaitu dengan mengaplikasikan system manajemen mutu ISO 9001 : 2008. 

 

ISO 9001 yang disebut konsensus internasional mengenai beberapa praktik manajemen yang baik yaitu alat yang ampuh yang bisa dipakai oleh setiap organisasi, lepas dari ukuran atau type usaha, dalam meningkatkan system manajemen yang solid. ISO 9001 sediakan kerangka kerja untuk mengambil pendekatan systematis dalam mengelola sistem bisnis Kamu untuk dengan cara berkelanjutan membuahkan product berkwalitas yang mengakibatkan kenikmatan pelanggan. 

 

Dengan mengaplikasikan system ISO 9001 : 2008 maka perusahaan kamu akan memperoleh manfaat seperti berikut diantaranya : 

 

1. Tingkatkan keyakinan pelanggan. 

2. Tingkatkan citra dan daya saing perusahaan. 

3. Tingkatkan kesempatan untuk masuk pasar global. 

4. Tingkatkan performa organisasi (produktivitas, efisiensi dan efektivitas operasional). 

5. Tingkatkan moral karyawan melalui system kerja yang baik dan berkelanjutan. 

6. Memberi referensi pada perbaikan system organisasi dengan cara kontinyu. 

 

– CSMS (Contractor Safety Management Sistem) 

 

Dengan cara segera ataupun tidak segera semua kegiatan Industri baik Layanan, Konstruksi dan Pertambangan membuahkan efek pada Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan, oleh karenanya diperlukan System Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja untuk menghindar efek pada system operasional perusahaan, dan sebagai jaminan untuk beberapa pekerjanya. 

 

Perihal ini pula sebagai alasan kenapa perusahaan besar terlebih OIL dan GAS mewajibkan semua mitranya minimum harus mengimplementasikan system Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan penuhi kriteria dalam sistem lelang/tender berbentuk dokumen CSMS (Contractor Safety Management Sistem). 

 

Dokumen CSMS adalah dokumen inti yang ada pada system K3 (OHSAS 18001 dan ISO 14001) yang biasanya dalam dokumen CSMS/K3LL itu diisi beberapa pertanyaan yang perlu di jawab dan disiapkan dokumennya oleh perusahaan. 

 

Contoh beberapa pertanyaan-dalam dokumen CSMS/K3LL : 

 

– Leadership, Kepemimpinan dan Kebijakan K3LL 

– Organisasi 

– Identifikasi Bahaya 

– Planing dan Program 

– Kompetensi & Training (Sertifikasi ketrampilan) 

– Operasional Kontrol 

– Pemantauan, Kontrol dan Pengukuran 

– Alat Pelindung Diri seperti sepatu safety online

– Emergency Evakuasi 

– Occupational Health 

– Environment 

– Dokumentasi 

– Sertifikasi 

 

Mengenai Manfaat yang bisa didapat dengan pembuatan dokumen CSMS ini yaitu : 

 

-Meningkatkan keefektifan system pengelolaan perusahaan yang telah ada pada bagian K3 

– Bikin system pengukuran kemampuan K3 dengan lebih jelas 

– Standarisasi aktivitas K3 dalam setiap kegiatan Perusahaan di Lingkungan Perusahaan 

-Dokumentasi implementasi setiap aktivitas jadi lebih baik 

– Bikin kerja semua unit Perusahaan jadi lebih baik dan tersistem 

-Keseriusan prinsip perusahaan dalam mengaplikasikan K3 

 

– Aplikasi HSE rencana & program yang baik akan menanggung kalau setiap aksi perbaikan sudah diaplikasikan untuk setiap ketidaksesuaian/kekurangan yang terjadi dalam aplikasi K3 

 

– AUDIT 

 

Sebagai sebuah organisasi yang sudah meningkatkan system manajemen, maka akan perlu dipertahankan untuk menjaga system manajemen dan untuk tingkatkan lebih dari mulanya. Oleh karenanya melakukan audit yaitu suatu kewajiban yang perlu di lakukan oleh suatu perusahaan yang mengaplikasikan system manajemen agar dapat melakukan perbaikan dengan cara terus-menerus. 

 

Menurut ISO 9000 : 2005, Audit yaitu : “serangkaian aktivitas yang systematis, berdiri sendiri, dan terdokumentasi untuk peroleh bukti audit (audit evidence) dan mengevaluasinya dengan cara objektif untuk memastikan sejauh mana persyaratan audit (audit criteria) tercukupi. ” 

 

Systematis 

 

bermakna bagian P-D-C-A (Rencana Do Check Action) dalam internal audit dilakukan dengan efisien dan efektif. Bagian diawali dari rencana program, lingkup dan piranti audit. Program audit harus di buat sesuai dengan maksud dan tujuan mutu perusahaan. 

 

Independen 

 

bermakna seleksi auditor dan proses audit harus meyakinkan tujuan dan kejujuran dari sistem audit. Auditor tidak bisa mengaudit pekerjaannya sendiri. Auditor harus juga terbangun kompetensinya. 

 

Terdokumentasi 

 

bermakna setiap rekaman yang muncul karena audit harus dikendalikan. Rekaman minimum yang perlu ada yaitu : program audit, surat undangan pemberitahuan audit, SK Tim Auditor, daftar ada, laporan temuan ketidaksesuaian, bukti perbaikan/mencegah dari temuan dan laporan audit. 

 

Bukti Audit 

 

yaitu bukti temuan substansi yang memengaruhi atau bikin sistem jadi tidak cocok dengan persyaratan audit (standard, prosedur, instruksi kerja, kebijakan, ketentuan perundangan, dan lain-lain). Bukti audit ini harus dievaluasi kesesuaiannya. Bila jadi ketidaksesuaian, auditor harus meyakinkan manajemen yang bertanggungjawab atas bagian yang diaudit harus meyakinkan kalau aksi perbaikan/mencegah dilakukan tanpa ada dipending untuk menyingkirkan ketidaksesuaian yang diketemukan dan pemicunya. Aktivitas tindak lanjut harus meliputi verifikasi yang dilakukan dan pelaporan hasil verifikasi.

5 Comments

PANDUAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN K3

Image result for penerapan k3 di perusahaan pertambanganDalam menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3) ada beberapa bagian yang perlu dilakukan agar SMK3 itu jadi efketif, karena SMK3 memiliki elemen-elemen atau beberapa kriteria tertentu yang perlu di bangun di dalam suatu organisasi atau perusahaan. System Manajemen K3 harus juga dilihat lagi dan ditingkatkan dengan cara terus-terusan di dalam pengerjaannya untuk menanggung kalau sistem itu dapat bertindak dan berperan dengan baik serat berperan pada perkembangan perusahaan. Untuk lebih mempermudah aplikasi standard System Manajemen K3, berikut ini diterangkan tentang beberapa bagian dan langkah-langkahnya. Bagian dan beberapa langkah itu jadi dua bagian besar. 

 

Tahap Persiapan. 

Adalah bagian atau langkah awal yang perlu dilakukan suatu organisasi/perusahaan. Langkah ini melibatkan susunan manajemen dan beberapa personel, dari mulai menyebutkan prinsip s/d kebutuahn sumber daya yang diperlukan, mengenai step persiapan ini, diantaranya : 

  • Prinsip manajemen puncak.
  • Memastikan ruang lingkup
  • Mengambil keputusan cara aplikasi
  • Membuat grup aplikasi
  • Mengambil keputusan sumber daya yang diperlukan 

Tahap pengembangan dan aplikasi. 

Dalam bagian ini diisi beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh organisasi/perusahaan dengan melibatkan banyak personel, dari mulai mengadakan penyuluhan dan melaksakan sendiri aktivitas audit internal dan aksi perbaikannya sampai melakukan sertifikasi. 

 

Langkah 1. Menyebutkan Komitmen 

 

Pernyataan komintmen dan penetapan kebijakan untuk menerapan sebuah System Manajemen K3 dalam organisasi/perusahaan harus dilakukan oleh manajemen puncak. Persiapan System Manajemen K3 akan tidak jalan tidak ada komintmen pada sistem manajemen itu. Manajemen harus betul-betul mengerti kalau merekalah yang paling bertanggungjawab pada kesuksesan atau kegagalan aplikasi System K3. Prinsip manajemen puncak harus dinyatakan tidak cuma dalam kalimat namun harus juga dengan aksi riil agar dapat di ketahui, dipelajari, dihayati dan dikerjakan oleh semua staf dan karyawan perusahaan. Semua karyawan dan staf harus tahu kalau tanggung jawab dalam aplikasi System Manajemen K3 bukanlah masalah bagian K3 saja. Namun dari mulai manajemen puncak sampai karyawan paling rendah. Karenanya sebaiknya manajemen bikin cara untuk mengkomunikasikan komitmennya ke semua deretan dalam perusahaannya. Karenanya perlu di cari waktu yang tepat manfaat mengemukakan prinsip manajemen pada aplikasi System Manajemen K3. 

 

Langkah 2. Mengambil keputusan Cara Aplikasi 

 

Dalam mengaplikasikan SMK3, perusahaan dapat memakai layanan konsultan dengan pertimbangan seperti berikut : 

  • Konsultan yang baik pasti memiliki pengalaman yang banyak dan beragam hingga dapat jadi agen pengalihan ingintahuan dengan cara efisien, hingga dapat memberi referensi yang tepat dalam sistem aplikasi System Manajemen K3.
  • Konsultan yang berdiri sendiri peluang konsultan itu dengan cara bebas dapat memberi umpan balik pada manajemen dengan cara objektif tanpa ada dipengaruhi oleh persaingan antar grup di dalam organisasi/perusahaan.
  • Konsultan terang memiliki waktu yang cukup. Tidak sama dengan tenaga perusahaan yang walau memiliki ketrampilan dalam System Manajemen K3 tetapi karena tekanan beberapa pekerjaan yang lain di perusahaan, mengakibatkan tidak miliki cukup waktu.
  • Sesungguhnya perusahaan/organisasi dapat mengaplikasikan System Manajemen K3 tanpa ada memakai layanan konsultan, bila organisasi yang berkaitan memiliki personel yang cukup dapat untuk mengorganisasikan dan mengarahkan orang. Diluar itu organisasi pastinya telah mengerti dan memiliki pengalaman dalam mengaplikasikan standard System Manajemen K3 ini dan memiliki waktu yang cukup. 

Banyak hal yang perlu diperhatikan untuk memakai layanan konsultan : 

  • Pastikan kalau konsultan yang diambil yaitu konsultan yang benar-benar mumpuni di bagian standard System manajemen K3, bukanlah konsultan dokumen manajemen K3 umum yang lebih memusatkan dianya pada pembuatan dokumen saja.
  • Cermat tentang reputasi dari konsultan itu. Apakah mereka selalu menepati janji yang mereka berikanlah, dapat bekerja bersama, dan yg tidak kalah penting yaitu motivasi tim perusahaan. Kita dapat memohon info dengan cara jati diri client mereka.
  • Pastikan lebih dahulu siapa yang akan diterjunkan sebagai konsultan dalam proyek ini. Hal semacam ini penting sekali karena merekalah yang akan bertandang keperusahaan dan akan memastikan kesuksesan, jadi bukanlah nama besar dari perusahaan konsultan itu. Mintalah waktu untuk berjumpa dengan calon konsultan yang mereka kemukakan dan perusahaan bisa bebas menilainya. Pertimbangan apakah tim perusahaan ingin terima dan dapat bekerja bersama dengannya.
  • Cermat apakah konsultan itu sudah memiliki pengalaman menolong perusahaan semacamnya sampai memperoleh sertifikat. Walau hal semacam ini bukanlah jadi patokan mutlak walau demikian pengalaman mengatasi usaha semacam semakin lebih baik dan memudahkan konsultan dalam mengerti sistem organisasi perusahaan itu.
  • Pastikan waktu dari konsultan berkaitan dengan kesibukannya menagani client yang lain. Biasanya konsultan akan tidak bertandang sehari-hari tetapi 3-4 hari selama satu bulan. Makan pastikan jumlah hari bertandang konsultan itu sebelumnya mengawali kontrak kerja sama. 

Langkah 3. Membuat Grup Kerja Aplikasi. 

 

Bila perusahaan akan membuat grup kerja baiknya anggota grup kerja itu terdiri atas seseorang wakil dari setiap unit kerja. Biasanya manajer unit kerja, hal semacam ini penting karena merekalah yang pastinya paling bertanggungjawab pada unit kerja yang berkaitan. 

 

Peran anggota kelompok 

 

Dalam sistem aplikasi ini maka perenan anggota grup kerja yaitu : 

  • Jadi agen pergantian sekaligus fasilisator dalam unit kerjanya. Merekalah yang pertama-tama mengaplikasikan System Manajemen K3 ini di unit-unit kerjanya termasuk merobah cara dan rutinitas lama yg tidak mendukung aplikasi system ini. Diluar itu mereka akan melatih dan menerangkan mengenai standard ini termasuk mnafaat dan konsekwensinya.
  • Melindungi ketekunan dari aplikasi System Manajemen K3, baik melalui tinjauan keseharian ataupun berkala.
  • Jadi penghubung pada manajemen dan unti kerjanya. 

Tanggung jawab dan pekerjaan anggota grup kerja 

 

Tanggung jawab dan beberapa pekerjaan yang perlu dilakukan oleh anggota grup kerja yaitu : 

  • Ikuti kursus komplit dengan standard System Manajemen K3.
  • Melatih staf dalam unit kerjanya sesuai keperluan.
  • Melakukan latihan pada system yang berjalan dibanding dengan system standard System Manajemen K3.
  • Melakukan tinjauan pada system yang berjalan dibanding dengan system standard System Manajemen K3.
  • Bikin bagan alir yang menerangkan mengenai keterlibatan unit kerjanya dengan elemen yang ada dalama standard System Manajemen K3.
  • Bertanggungjawab untuk meningkatkan sistem sesuai sama elemen yang berkaitan dalam unit kerjanya. Sebagai contoh, anggota grup kerja wakil dari divisi suber daya manusia bertanggungjawab untuk kursus dan sebagainya.
  • Melakukan apa yang sudah ditulis dalam dokumen baik diunit kerjanya sendiri ataupun perusahaan.
  • Turut dan sebagai anggota tim audit internal.
  • Bertanggungjawab untuk mempromosikan standard System Manajemen K3 dengan cara menerus baik di unit kerjanya sendiri ataupun di unit kerja lain dengan cara berkelanjutan dan berbarengan pelihara aplikasi systemnya. 

Kwalifikasi anggota grup kerja 

 

Dalam memberikan anggota grup kerja sesungguhnya tak ada ketetapan kwalifikasi yang baku. Akan tetapi untuk mempermudah dalam penentuan anggota grup kerja, manajemen memperhitungkan personel yang : 

  • Memiliki skala kecerdasan yang cukup hingga dapat berpikir dengan cara rencanatual dan berimajinasi.
  • Rajin dan berusaha keras.
  • Suka belajar termaksud sukai membaca buku-buku mengenai standard System Manajemen K3.
  • Dapat bikin bagan alir dan menulis.
  • Disiplin dan tepat waktu.
  • Memiliki pengalaman kerja cukup di dalam unit kerjanya hingga kuasai dari sisi operasional.
  • Dapat berkomunikasi dengan efisien dalam presentasi dan kursus.
  • Memiliki waktu cukup dalam menolong melaksakan proyek aplikasi standard System Manajemen K3 diluar beberapa pekerjaan intinya. 

Jumlah anggota grup kerja 

 

Tentang jumlah anggota grup kerja dapat beragam bergantung dari besar kecilnya lingkup aplikasi – biasanya jumlah aplikasi anggota grup kerja sekitar delapan orang. Yang tentu jumlah anggota grup kerja ini harus dapat meliputi semua elemen seperti disyaratkan dalam System Manajemen K3. Pada intinya setiap anggota grup kerja dapat merangkap dalam working group, dan working group tersebut barangkali hanya sendiri dari satu atau dua orang. Grup kerja akan diketuai dan dikoordinir oleh seseorang ketua grup kerja, biasanya dirangkap oleh manajemen representatif yang ditunjuk oleh manajemen puncak. 

 

Selain itu untuk mengawal dan mengarahkan grup kerja maka baiknya dibuat panitia pengarah (Steering Committee), yang biasanya terdari dari beberapa anggota manajemen, mengenai pekerjaan panitia ini yaitu memberi arahan, mengambil keputusan kebijakan, tujuan dan sebagainya yang menyangkut kebutuhan organisasi keseluruhannya. Dalam sistem aplikasi ini maka grup kerja aplikasi akan bertanggungjawab dan melaporkan Panitia Pengarah. 

 

Grup kerja penunjang 

 

Bila diperlukan, perusahaan yang bertaraf besar ada yang membuat grup kerja penunjang dengan pekerjaan menolong kelancaran kerja grup kerja aplikasi, terutama untuk pekerjaan yang berbentuk tehnis administrative. Misalnya menyatukan catatan-catatan K3 dan manfaat administrative yang lain seperti pengetikan, penggandaan dan sebagainya. 

 

Langkah 4. Mengambil keputusan Sumber Daya Yang Diperlukan 

 

Sumber daya di sini meliputi orang/personel, peralatan, waktu dan dana. Orang yang disebut yaitu sebagian orang yang diangkat dengan cara resmi di luar beberapa pekerjaan pokoknya dan ikut serta penuh dalam sistem aplikasi. Peralatan yaitu pentingnya menyiapkan peluang ruangan penambahan untuk menaruh dokumen atau computer penambahan untuk memproses dan menaruh data. Tidak kalah pentingnya yaitu waktu. Waktu yang diperlukan tidaklah sedikit terlebih untuk orang yang ikut serta dalam aplikasi, mulai ikuti rapat, kursus, pelajari beberapa bahan pustaka, menulis dokumen mutu sampai hadapi aktivitas audit assessment. Aplikasi System Manajemen K3 bukan hanya aktivitas yang bisa berjalan dalam satu atau dua bln. saja. Karenanya selama lebih kurang setahun perusahaan harus siap hadapi masalah arus kas karena waktu yang semestinya dikonsentrasikan untuk memproduksikan atau beroperasi banyak terserap ke sistem aplikasi ini. Kondisi seperti ini sebenarnya dapat dijauhi dengan rencana dan pengelolaan yang baik. Sesaat dana yang di butuhkan yaitu dengan membayar konsultan (apabila memakai konsultan), instansi sertifikasi, dan biaya untuk kursus karyawan di luar perusahaan. 

 

Selain itu juga perlu diliat apakah dalam aplikasi System Manajemen K3 ini perusahaan harus sediakan perlengkapan khusus yang sampai kini belum dipunyai. Sebagai contoh yaitu : jika perusahaan memiliki kompresor dengan kebisingan di atas rata-rata, karena sesuai sama kriteria System Manajemen K3 yang mengharuskan ada ingindalian kemungkinan dan bahaya yang diakibatkan, perusahaan pasti harus sediakan perlengkapan yang bisa menyingkirkan/kurangi tingkat kebisingan itu. Alat pelindung diri seperti pakaian dan sepatu safety. Alat pengukur tingkat kebisingan harus juga disiapkan, dan alat ini harus dikalibrasi. Oleh karenanya besarnya dana yang di keluarkan untuk perlengkapan ini bergantung pada semasing perusahaan. 

 

Langkah 5. Aktivitas penyuluhan 

 

Aplikasi System Manajemen K3 yaitu aktivitas dari dan untuk keperluan personel perusahaan. Oleh karenanya harus di bangun rasa ada keikutsertaan dari semua karyawan dalam perusahan memlalui program penyuluhan. 

 

Aktivitas ini harus diarahkan untuk meraih maksud, diantaranya : 

  • Menyamai persepsi dan motivasi pada pentingnya aplikasi System Manajemen K3 untuk kemampuan perusahaan.
  • Bangun prinsip menyeluruh dari mulai direksi, manajer, staf dan semua deretan dalam perusahaan untuk bekerja bersama dalam mengaplikasikan standard sistem ini.
  • Aktivitas penyuluhan ini dapat dilakukan dengan cara-cara, misalnya dengan pernyataan prinsip manajemen, melalui ceramah, surat edaran atau pembagian buku-buku yang berkaitan dengan System Manajemen K3. 

Pernyataan prinsip manajemen 

 

Dalam aktivitas ini, manajemen menyatukan semua karyawan dalam acara khusus. Lalu manajemen mengemukakan sambutan yang berisi, diantaranya : 

  • Pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja untuk keberlangsungan dan perkembangan perusahaan.
  • Kalau System Manajemen K3 telah banyak diaplikasikan di beberapa Negara dan telah jadi keharusan perusahaan-perusahaan di Indonesia.
  • Kalau manajemen sudah mengambil keputusan dan menginginkan keikutsertaan dan prinsip setiap orang dalam perusahaan sesuai pekerjaan dan jabatan semasing.
  • Kalau manajemen akan selekasnya membuat tim kerja yang diambil dari setiap bagian di dalam perusahaan.
  • Perlu juga diterangkan oleh manajemen puncak mengenai batas waktu kapan sertifikasi sistem manajemen k3 harus dicapai, misalnya pada saat lagi th. perusahaan mendatang. Sudah pasti pernyataan seperti ini harus mempertimbangkan kensekuensi kalau sertifikasi diinginkan dapat didapat dalam batas waktu itu. Hal semacam ini penting karena menyangkut kredibilitas manajemen dan waktu grup kerja.

Pelatihan awareness sistem manajemen K3 

 

Pelatihan singkat tentang apakah itu Sitem Manajemen K3 perlu dilakukan manfaat memberi dan menyamai persepsi dan menghindari kesimpang siuran info yang bisa memberi kesan salah dan menyesatkan. Peserta kursus yaitu semua karyawan yang dihimpun di suatu tempat dan lalu pembicara diundang untuk menerangkan System Manajemen K3 dengan cara ringkas dan dalam bhs yang simpel, hingga dapat mengunggah semangat karyawan untuk mengaplikasikan standard System Manajemen K3. Aktivitas awareness ini apabila mungkin dapat dilakukan dengan cara berbarengan untuk semua karyawan dan di sampaikan singkatnya dan tidaklah terlalu lama. 

 

Dalam awareness ini dapat di sampaikan materi mengenai : 

  • Latar belakang dan type System Manajemen K3 yang sesuai sama organisasi.
  • Alasan kenapa standard System Manajemen K3 ini penting untuk perusahaan dan faedahnya.
  • Tentang elemen, dokumentasi dan sertifikasi singkatnya.
  • Bagaimana aplikasinya dan peran setiap orang dalam aplikasi itu.
  • Diselenggarakan bertanya jawab.
  • Membagikan bahan bacaan 

Bila kursus awareness hanya dilakukan sekali saja, tetapi bahan bacaan berbentuk buku atau selebaran dapat di baca karyawan dengan cara berkali-kali. Karenanya perlu di cari buku-buku yang baik dalam arti ringkas sebagai penambahan dan berbentuk memberi pemahaman yang terukur, hingga setiap karyawan suka untuk membacanya. Jika sangat mungkin buat selebaran atau bulletin yang dapat diedarkan berkala sepanjang masa aplikasi berjalan. Lebih baik lagi bila selebaran itu diperuntukkan pada perseorangan dengan menulis nama mereka satu persatu, agar setiap orang merasa dianya dikira bertindak dalam aktivitas ini. Dengan makin banyak info yang didapatkan pada karyawan pastinya itu lebih baik – biasanya permasalahan akan nampak karena kurangnya info. Info ini penting sekali karena ketika melakukan assessment, auditor bukan sekedar ajukan pertanyaan pada manajemen saja, namun juga pada kebanyakan orang. Untuk baiknya setiap orang betul-betul memahami dan tahu jalinan standard System Manajemen K3 ini dengan pekerjaan keseharian. 

 

Langkah 6. Peninjauan system 

 

Grup kerja aplikasi yang sudah dibuat lalu mulai bekerja untuk meninjau sistem yang tengah berjalan dan lalu dibanding dengan kriteria yang ada pada System Manajemen K3. Peninjauan ini dapat dilakukan melalui dua cara yakni dengan meninjau dokumen prosedur dan meninjau proses. 

  • Apakah perusahaan telah ikuti dan melakukan dengan cara berkelanjutan prosedur atau instruksi kerja dari OHAS 18001 atau Permenaker 05/men/1996.
  • Perusahaan belum memiliki dokumen, namun telah mengaplikasikan beberapa atau semua kriteria dalam standard System Manajemen K3.
  • Perusahaan belum memiliki dokumen dan belum mengaplikasikan kriteria standard System Manajemen K3 yang diambil. 

Langkah 7. Pengaturan jadwal kegiatan 

 

Setelah melakukan peninjauan sistem maka grup kerja dapat membuat suatu jadwal aktivitas. Jadwal aktivitas dapat disusun dengan memperhitungkan beberapa hal berikut : 

 

Ruang lingkup pekerjaan 

Dari hasil tinjauan system akan memberikan beberapa banyak yang perlu disediakan dan berapakah lama setiap prosedur itu akan di check, disempurnakan, di setujui dan diaudit. Makin panjang daftar prosedur yang perlu disediakan, makin lama waktu aplikasi yang diperlukan. 

 

Kekuatan wakil manajemen dan grup kerja aplikasi 

Kekuatan di sini dalam soal membagi dan sediakan waktu. Seperti di ketahui kalau pekerjaan aplikasi tidaklah hanya satu pekerjaan beberapa anggota grup kerja dan manajemen representative. Mereka masihlah memiliki pekerjaan dan tanggung jawab lain di luar aplikasi standard System Manajemen K3 yang terkadang juga sama pentingya dengan aplikasi standard ini. Hal semacam ini menyangkut keberlangsungan usaha perusahaan seperti pencapaian tujuan penjualan, penuhi jadwal dan taget produksi. 

 

Kehadiran proyek 

Khusus untuk perusahaan yang kegiatanya berdasar pada proyek (misalnya kontraktor dan pengembangan), maka ketika membuat jadwal kehadiran asesor tubuh sertifikasi, pastikan kalau ketika asesor datang proyek yang tengah ditangani. 

 

Langkah 8. Pengembangan System Manajemen K3 

 

Beberapa aktivitas yang perlu dilakukan dalam step pengembangan System Manajemen K3 diantaranya meliputi dokumentasi, pembagian grup, pengaturan bagan air, penulisan manual System Manajemen K3, Prosedur, dan instruksi kerja. 

 

Langkah 9. Aplikasi System 

 

Setelah semua dokumen usai di buat, maka setiap anggota grup kerja kembali pada semasing bagian untuk mengaplikasikan sistem yang ditulis. Mengenai cara aplikasinya yaitu : 

  • Anggota grup kerja menyatukan semua stafnya dan menerangkan tentang isi dokumen itu. Peluang ini bisa pula dipakai untuk memperoleh beberapa input dari lapangan yang berbentuk tehnis operasional.
  • Anggota grup kerja berbarengan staf unit kerjanya mulai coba mengaplikasikan beberapa hal yang sudah ditulis. Setiap kekurangan atau kendala yang didapati harus dicatat sebagai input untuk menyempurnakan sistem.
  • Menyatukan semua catatan K3 dan rekaman terdaftar yang disebut bukti proses beberapa hal yang sudah ditulis. Rentang waktu untuk mengaplikasikan sistem ini baiknya tidak kurang dari tiga bln. hingga cukup mencukupi untuk menilainya efisien tidaknya sistem yang sudah diperkembang tadi. Tiga bln. ini telah termasuk waktu yang dipakai untuk menyempurnakan sistem dan memodifikasi dokumen.
  • Dalam praktik pengerjaannya, maka grup kerja tidak harus menanti semua dokumen usai. Demikian satu dokumen usai telah meliputi salah satu elemen standard maka aplikasi telah dapat diawali ditangani. Sesaat sistem aplikasi sistem berjalan, grup kerja dapat tetaplah melakukan pertemuan berkala untuk memonitor kelancaran sistem aplikasi sistem ini. Jika beberapa langkah yang terdahulu sudah dapat digerakkan dengan baik maka sistem sistem ini relative lebih mudah dikerjakan. Aplikasi sistem ini harus dikerjakan sekurang-kurangnya tiga bln. sebelumnya proses audit internal. Waktu tiga bln. ini diperlukan untuk menyatukan bukti-bukti (berbentuk rekaman terdaftar) dengan cara mencukupi dan untuk melakukan penyempurnaan sistem dan modifikasi dokumen. 

Langkah 10. Sistem sertifikasi 

 

Ada beberapa instansi sertifikasi System Manajemen K3. Misalnya Sucofindo melakukan sertifikasi pada Permenaker 05/Men/1996. Tetapi Untuk OHSAS 18001 : 1999 organisasi bebas memastikan instansi sertifikasi manapun yang dikehendaki. Karenanya organisasis dianjurkan untuk memilih instansi sertifikasi OHSAS 108001 yang paling tepat.

0 Comments

Langkah Aman Pekerjaan Panas (HOT WORK)

Related image

 

Pekerjaan panas (Hot Work) ialah pekerjaan yang memakai atau menghasilkan panas atau nyala api, seperti pengelasan, pemotongan pipa, menggerinda dan sebagainya. 

 

Ada beberapa bagian dalam melakukan pekerjaan panas seperti berikut : 

 

SEBELUM BEKERJA 

 

Prosedur sebelumnya bekerja pekerjaan panas yaitu seperti berikut : 

  1. Identifikasi bahaya dan mitigasinya dengan bikin Job Safety Analysis (JSA) dan Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)
  2. Pakai APD yang tepat dan sesuai jenis pekerjaan dan pastikan dalam kondisi baik.
  3. Sediakan APAR pada posisi yang mudah terjangkau.
  4. Bersihkan tempat bermaterial yang mudah terbakar.
  5. Jika di sekitar tempat ada sewer, keadaan sewer harus kondisi tertutup.
  6. Bila memakai tabung acytilene, pastikan sudah mengecek keadaan selang dan sambungan untuk hindari kebocoran gas.
  7. Kerjakan gas test untuk mengecekkan kandungan Hidrocarbon atau gas lain yang mudah terbakar.
  8. Sebelumnya mengawali pekerjaan pastikan koordinator pekerjaan sudah memberi safety briefing pada rekanan kerja yang lain. 

ALAT PELINDUNG DIRI 

 

APD yang dipakai dalam pekerjaan panas yaitu seperti berikut : 

  1. Hand Gloves
  2. Ear muff
  3. Welding Mask
  4. Face Shield
  5. Dust Mask
  6. Ear Plug
  7. Sepatu safety online
  8. Safety Glasses
  9. Safety Goggles
  10. Apron
  11. Full Body Suit 

KETIKA BEKERJA 

 

Prosedur ketika bekerja Pekerjaan Panas yaitu seperti berikut : 

  1. Selama bekerja pastikan coordinator pekerjaan melakukan pengawasan pada pekerjaan yang tengah dilakukan.
  2. Pastikan ada seseorang fire watch atau pemantau api yang bertugas mengawasi perkerjaan panas.
  3. Posisikan alat pemadam api enteng atau apar mudah terjangkau. 

SETELAH BEKERJA 

 

Prosedur setelah Bekerja Pekerjaan Panas seperti berikut : 

  1. Pastikan semua perlengkapan dirapihkan dan dikembalikan pada keadaan awal mulanya.
  2. Tutup Ijin Kerja.
3 Comments

Prosedur Keselamatan Kerja Untuk Pengambilan Contoh Oli Trafo

Related image

 

Prosedur keselamatan selama sistem pengambilan contoh berkaitan : 

  • Keselamatan Manusia
  • Keselamatan Lingkungan 

Pengurangan Resiko 

 

Aktivitas akan dilakukan dengan sedemikian rupa untuk Pengurangan Resiko 

  • Sediakan lingkungan kerja yang aman ;
  • Menanggung keselamatan dan kesehatan tenaga kerja dalam proyek ;
  • Membuat perlindungan staf dari cedera atau sakit dan menghindar kehilangan atau rusaknya harta benda akibat aktivitas itu ;
  • Meyakinkan dan melindungi kelestarian lingkungan hidup. “Pengambilan sampel oli trafo dari perlengkapan listrik akan dilakukan dengan meyakinkan pemakaian APD yang tepat dan beberapa langkah yang mempunyai tujuan untuk menghindar pencemaran lingkungan. ”
  • Berkaitan keselamatan ditempat kerja dan APD, aktivitas pengambilan sampel akan dilakukan dengan meyakinkan aplikasi beberapa langkah keselamatan untuk kurangi kemungkinan berkaitan 

Sebelumnya mengawali pengambilan sampel, tempat kerja di check terlebih dulu untuk mengidentifikasi peluang bahaya yang nampak. Keselamatan personil akan memperhitungkan resiko berikut : 

  • Sengatan listrik ;
  • Paparan pada PCB ;
  • Buangan PCB di lingkungan karena pengambilan sampel ;
  • Aktivitas pengambilan sampel akan dilakukan sedemikian rupa hingga pencemaran lingkungan dari oli trafo yang mungkin terkontaminasi PCB dapat dihindari
  • pada setiap step ; setiap limbah yang dibuat selama pengambilan sampel harus dihimpun sebagai limbah beresiko dan dibuang sesuai sama ketentuan nasional dan internasional mengenai limbah berbahaya 

Piranti Pengambilan Contoh 

  • Piranti Sekali Pakai
  • Piranti yang bisa digunakan kembali 

Alat Pelindung Diri 

  • APD Sekali Pakai
  • APD dapat digunakan kembali 

Piranti sekali gunakan setiap pengambilan sampel yang mencakup : 

  • Kotak Polyethylene dengan bersegel ketat ;
  • Selang Plastik (Tubing)
  • Sarung tangan latex – 2 pasang ;
  • Alat Suntik 25-50 ml
  • Botol PET 250 ml jernih komplit dengan penutup
  • sepatu safety
  • Label perekat 

Peralatan Lainnya 

  • Ember
  • Jirigen
  • Corong
  • Spill Kits
  • Piranti dan kelengkapannya harus didekontaminasi setelah dipakai dengan memakai pelarut (Solvent) organik 

Alat Pelindung Diri 

 

Staf yang melakukan aktivitas pengambilan sampel dan pelabelan harus diperlengkapi dengan perlengkapan yang tepat sesuai sama ketentuan K3. 

 

Alat Pelindung Diri terbagi dalam : 

1. Penutup sepatu sekali gunakan ; 

2. Overall sekali gunakan ; 

3. Helm ; 

4. Kacamata ; 

5. Sarung tangan sekali gunakan. 

 

Ketika meninggalkan ruang kerja yang punya potensi terkontaminasi, semua peralatan sekali gunakan yang dipakai harus dibuang, dikemas dalam kantong plastik polyethylene dan disimpan sesaat ditempat penyimpanan. 

 

Operasi Kerja Aman Selama Pengambilan Contoh 

1. Pengidentifikasi peralatan listrik dan pengambilan foto peralatan yang diidentifikasi.

2. Membatasi area kerja dengan menggunakan garis penanda dan mematikan peralatan listrik.

3. Grounding peralatan listrik, dan melindungi lantai ruangan kerja.

4. Buka keran saluran minyak trafo 

5. Menghubungkan Flange/Nipple drat untuk pengambilan contoh pada keran saluran minyak (Drain Tap) 

6. Menghubungkan selang plastik untuk pengambilan contoh Flange/nipple drat yang dipasang sebelumnya ; 

7. Buka keran saluran minyak, dilakukan oleh tim pakar dari yang memiliki tempat 

8. Membersihkan saluran (selang) oli dengan penggunaan volume minyak 50-100 ml dalam bejana terpisah 

9. Membersihkan botol contoh dengan volume oli sekitar 1/3 dari volume 

10. Mengambil contoh minyak trafo 

12. Mengunci keran saluran minyak trafo 

11. Tutup keran saluran minyak trafo, dilakukan oleh tim pakar dari yang memiliki tempat 

13. Melabeli sampel ; menaruh sampel didalam kotak ; melabeli kotak ; 

14. Isi lembar pengambilan contoh 

15. Kirim sampel, lembar pengambilan sampel dan photo untuk identifikasi perlengkapan listrik ; lengkapi dan kirim lembar pengawasan sampel 

 

Pengiriman sampel yang dihimpun dan limbah yang dibuat dilakukan dengan kendaraan resmi khusus untuk pengangkutan bahan beresiko dan beracun.

0 Comments

Mengenal Perlengkapan Keselamatan Kerja Di Atas Kapal

Image result for KESELAMATAN KERJA DI KAPAL

 

Komponen terpenting dalam melindungi keselamatan jiwa dan keselamatan perlengkapan kerja yaitu pengetahuan mengenai pemakaian peralatan keselamatan kerja untuk awak kapal, baiak itu awak kapal bagian deck ataupun mesin. Pemakaian perlengkapan keselamatan kerja ini sudah di standarisasi baik dengan cara nasional ataupun internasional. hingga harus dipakai ketika akan melakukan aktivitas kerja. Ada banyak jenis peralatan keselamatan kerja, dari mulai pelindung kepala, tubuh sampai kaki sudah disediakan. Dengan hal tersebut kenyamanan kerja pada lingkungan kerja dapat terwujud, dan kecelakaan yang disebabkan karena aspek kelalayan manusia ataupun aspek karena kelelahan bahan kemungkinan yang ditimbulkannya dapat diperkecil atau dijauhi. 

 

PERALATAN KESELAMATAN KERJA UTAMA DI ATAS KAPAL 

 

Keselamatan kerja adalah preoritas utama untuk seseorang pelaut profesional saat kerja di atas kapal. semua perusahaan pelayaran meyakinkan kalau kru mereka ikuti prosedur keamanan pribadi dan ketentuan untuk semua operasi yang dibawa di atas kapal. 

 

Untuk meraih keamanan optimal di kapal, langkah basic yaitu meyakinkan kalau semua kru kapal memakai perlengkapan pelindung pribadi mereka di buat untuk beragam type pekerjaan yang dilakukan pada kapal. 

 

Berikut ini yaitu perlengkapan basic perlengkapan perlindung diri yang perlu ada disebuah kapal untuk menanggung keselamatan beberapa pekerja. 

 

1. PAKAIAN PELINDUNG 

 

Baju pelindung yaitu COVERALL yang membuat perlindungan badan anggota awak berbahan beresiko seperti minyak panas, air, percikan pengelasan dan sebagainya. hal semacam ini di kenal sebagai " DANGRI " boiler swit 

 

2. SAFETY HELMET 

 

Bagian yang peling penting dari badan manusia yaitu kepela. perlu perlindungan paling baik yang disiapkan oleh helm pelasik keras di atas kapal. sebuah tali dagu juga disiapkan dengan helm yang melindungi helm di tempat ketika dalam perjalanan atau jatuh. 

 

3. SAFETY SHOES 

 

Maksimum dari ruang internal kapal dipakai oleh cargo dan mesin, yang terbuat dari logam keras dan yang membuatnya canggung untuk awak jalan di sekitar, Sepatu safety online meyakinkan kalau tak ada luka yang terjadi di kaki beberapa pekerja atau crew di atas kapal. 

 

4. SARUNG TANGAN/HAND GLOVE 

 

Beragam type sarung tangan yang disiapkan di kapal, sarung tangan ini dipakai dalam operasi di mana ha ini jadi kewajiban membuat perlindungan tangan beberapa orang. beberapa sarung tangan yang didapatkan sarung tangan tahan panas untuk bekerja pada permukaan yang panas, kapas untuk bekerja dalam operasi normal, sarung tangan las, sarung tangan bahan kimia, Dan lain-lain. 

Untuk tahu beberapa jenis sarung tangan yang umum dipakai dikapal

 

5. SAFETY GOGGLES 

 

Mata yaitu bagian paling peka dari badan manusia dan dalam operasi keseharian pada peluang kapal sangat tinggi untuk memiliki cedera mata. kaca pelindung atau kacamata yang dipakai untuk pelindung mata, sedang kacamata las untuk operasi pengelasan yang membuat perlindungan mata dari percikan insensitas tinggi. 

 

6. SAFETY PLUG 

 

Di ruang mesin kapal membuahkan nada 110-120 db ini adalah frekwensi nada yang sangat tinggi untuk telinga manusia. bahkan juga beberapa menit paparan dapat mengakibatkan sakit kepala, iritasi dan masalah pendengaran terkadang beberapa atau penuh. sebuah penutup telinga atau stiker telinga dipakai pada kapal yang menyeimbangi nada yang bisa didengar oleh manusia dengan aman. 

 

7. SAFETY HARNESS 

 

Operasi kapal teratur meliputi perbaikan dan pengecetan permukaan yang tinggi yang memerlukan crew untuk mencapai beberapa daerah yg tidak mudah dibuka. Untuk hindari jatuh dari daerah tinggi seperti itu maka memakai safety harness, safaty harness yaitu dipakai oleh operator disuatu ujung dan diikat pada titik kuat pada ujung yang lain.

0 Comments

Your business. Your life.

Learn From Us

Lorem ipsum dolor sit amet, ullum nullam es possim sed et. Virtute ancillae mel ne, quo ean adhuc del principes persequeris, ius alii pro priae maxima accommodare ea. Zril aliquam fabulas mei in. Epicurei adipisci pro ex, vidisse minimum volupta ius eu vero eos et accusam et justo duo dolores.

 

Eros quaestio explicari ut per. No quo amet necessitatibus, sit ei putent appetere. Lobortis urbanitas efficiantur ut has. Has at modus nemore prodesset. Eleifend abhorreant ullamcorper per cu. Sea vide graeco possim.

Creative thinking inspires great ideas. Get thinking!